Perbandingan Kursus Bahasa

Rosetta Stone vs ELSA Speak

Perbandingan Rosetta Stone dan ELSA Speak berdasarkan skor BrandList, penilaian pengguna nyata, dan status regulasi.

Terakhir diperbarui

Unggul secara keseluruhan

Memimpin skor BrandList 9.7 berbanding 9.6. Rosetta Stone unggul pada skor keseluruhan, peringkat kategori, skor Play Store, ELSA Speak lebih baik pada jumlah penilaian. Pilih Rosetta Stone jika mengutamakan kepuasan pengguna terkini yang lebih tinggi; pilih ELSA Speak jika mengutamakan basis pengguna yang lebih besar.

Perbandingan spesifikasi & biaya

Kategori ini menyatukan empat jenis penyedia yang cara kerjanya berbeda jauh: aplikasi mandiri bergaya gamifikasi yang dipakai sendiri tiap hari, platform yang menjual sesi bersama tutor manusia, kursus daring buatan Indonesia, dan sekolah bahasa dengan kelas tatap muka. Karena itu yang menentukan saat memilih bukan sekadar harga, melainkan jenis layanannya, bahasa apa saja yang diajarkan, metode belajarnya, seberapa besar akses ke tutor langsung, kemampuan apa yang paling diasah, jenis sertifikat yang diterbitkan, ketersediaan bahasa Indonesia sebagai pengantar, keandalan aplikasinya, dan model biayanya. Pilihan bahasa yang banyak tidak otomatis lebih cocok bila yang dibutuhkan hanya bahasa Inggris. Sertifikat ditampilkan sebagai informasi, bukan peringkat, karena pengakuannya bergantung pada institusi penerbit dan kebutuhan pihak perekrut. Model biaya juga informasi, bukan peringkat, karena akses gratis yang cepat terbatas belum tentu lebih cocok daripada paket berbayar yang tuntas.

AspekRosetta StoneELSA Speak
Jenis layanan aplikasi mandiri dengan metode imersi tanpa bahasa perantara aplikasi mandiri khusus latihan pelafalan berbasis pengenalan suara
Bahasa yang diajarkan sekitar dua puluh lima bahasa hanya bahasa Inggris
Metode belajar imersi penuh, mencocokkan gambar dan suara tanpa terjemahan latihan ucap per kata dan kalimat dengan skor pelafalan otomatis
Kelas & tutor langsung sesi bersama tutor tersedia sebagai tambahan pada paket tertentu tanpa pengajar manusia, koreksi sepenuhnya otomatis
Fokus kemampuan pelafalan dan pemahaman kontekstual lewat pengulangan pelafalan dan kelancaran bicara, bukan tata bahasa menyeluruh
Sertifikat tidak menerbitkan sertifikat yang diakui institusi laporan kemajuan pelafalan, bukan sertifikat yang diakui institusi
Bahasa pengantar metode imersi sengaja meniadakan bahasa perantara, dukungan Indonesia terbatas antarmuka Indonesia tersedia
Keandalan aplikasi Rating 4.84/5 di Google Play; keluhan menonjol: biaya, fitur & tampilan Rating 4.78/5 di Google Play; keluhan menonjol: biaya, fitur & tampilan, performa & bug
Model biaya langganan atau lisensi jangka panjang, akses gratis terbatas versi gratis cepat terbatas, langganan Pro untuk latihan penuh
Skor BrandList berdampingan
Rosetta Stone9.7
ELSA Speak9.6
Rincian penilaian per aspek
Reputasi pengguna
Rosetta Stone9.6
ELSA Speak9.5
Kemudahan penggunaan
Rosetta Stone8.7
ELSA Speak8.6
Fitur & nilai
Rosetta Stone9.2
ELSA Speak9.0
Layanan & dukungan
Rosetta Stone8.0
ELSA Speak7.4
Transaksi & performa
Rosetta Stone8.4
ELSA Speak7.6

Pertanyaan seputar Rosetta Stone vs ELSA Speak

Rosetta Stone atau ELSA Speak, bagus mana?

Secara keseluruhan, Rosetta Stone sedikit unggul dengan skor BrandList 9.7 berbanding 9.6. Tapi pilihan terbaik tergantung prioritasmu, misalnya bunga, biaya, atau fitur. Lihat perbandingan spesifikasi di halaman ini.

Rosetta Stone atau ELSA Speak, mana yang lebih unggul soal bahasa yang diajarkan?

Soal bahasa yang diajarkan, Rosetta Stone lebih unggul (sekitar dua puluh lima bahasa) dibanding ELSA Speak (hanya bahasa Inggris).

Rosetta Stone atau ELSA Speak, mana yang lebih unggul soal kelas & tutor langsung?

Soal kelas & tutor langsung, Rosetta Stone lebih unggul (sesi bersama tutor tersedia sebagai tambahan pada paket tertentu) dibanding ELSA Speak (tanpa pengajar manusia, koreksi sepenuhnya otomatis).

Rosetta Stone atau ELSA Speak, mana yang lebih unggul soal bahasa pengantar?

Soal bahasa pengantar, ELSA Speak lebih unggul (antarmuka Indonesia tersedia) dibanding Rosetta Stone (metode imersi sengaja meniadakan bahasa perantara, dukungan Indonesia terbatas).