Perbandingan Coding & Skill

SoloLearn vs Dicoding

Perbandingan SoloLearn dan Dicoding berdasarkan skor BrandList, penilaian pengguna nyata, dan status regulasi.

Terakhir diperbarui

Unggul secara keseluruhan

Memimpin skor BrandList 9.6 berbanding 7.1. SoloLearn unggul pada skor keseluruhan, peringkat kategori, Dicoding lebih baik pada sejumlah metrik lain. Pilih SoloLearn jika mengutamakan skor dan peringkat keseluruhan yang lebih tinggi; pilih Dicoding jika mengutamakan keunggulannya di aspek tertentu.

Perbandingan spesifikasi & biaya

Kategori ini menaungi lima jenis penyedia yang cara kerjanya jauh berbeda: bootcamp karier intensif Indonesia dengan mentor dan jadwal terstruktur, kelas developer Indonesia dengan jalur belajar dan submission yang dinilai, platform kelas skill digital Indonesia yang menjual video per kategori, aplikasi belajar coding mobile-first yang gamified dan dipakai sendiri, serta marketplace kursus video global. Karena itu yang menentukan saat memilih bukan sekadar harga, melainkan jenis platformnya, format belajarnya, luas cakupan topik, seberapa besar akses ke mentor atau pengajar manusia, jenis sertifikat yang diterbitkan, ketersediaan bahasa Indonesia, keandalan aplikasinya, dan model biayanya. Cakupan topik yang luas tidak otomatis lebih cocok bila tujuannya spesifik, misalnya satu jalur karier yang ingin cepat siap kerja. Sertifikat dan model biaya ditampilkan sebagai informasi, bukan peringkat, karena pengakuan sertifikat bergantung pada institusi penerbit dan kebutuhan perekrut, dan biaya bootcamp yang besar tidak otomatis lebih buruk daripada kelas mandiri yang murah, tergantung tujuan belajarnya. Keandalan aplikasi hanya diberi peringkat untuk penyedia yang punya data rating Google Play; bootcamp dan kelas berbasis web di kategori ini belum punya data itu.

AspekSoloLearnDicoding
Jenis platform aplikasi belajar coding mobile-first global kelas developer terstruktur Indonesia
Format belajar microlearning mobile dengan latihan bertahap dan komunitas diskusi kode kelas online dengan jalur belajar, submission yang dinilai, dan forum diskusi
Cakupan topik pilihan bahasa pemrograman cukup luas menurut ulasan pengguna beberapa jalur belajar developer, cakupan lebih luas dari sekadar satu topik tutorial
Akses mentor belajar mandiri, dibantu komentar dan tanya jawab komunitas, bukan mentor langsung submission dinilai dan forum diskusi tersedia, bukan mentor langsung tatap muka
Sertifikat ada sertifikat sebagai target belajar menurut ulasan pengguna, detail penerbitan tidak dirinci sertifikat kelulusan untuk kelas dengan jalur belajar dan submission
Bahasa Indonesia belum ideal untuk pengguna yang membutuhkan Bahasa Indonesia menurut ulasan platform ekosistem developer Indonesia, pengantar Bahasa Indonesia
Keandalan aplikasi Rating 4.81/5 di Google Play dari lebih dari 745 ribu penilaian; keluhan menonjol: bahasa Indonesia, harga Pro, dan bug editor/tagihan langganan tidak ada data rating Google Play untuk dinilai
Model biaya gratis dengan batas, fitur penting seperti output kode ada di balik langganan Pro yang dinilai mahal ada kelas gratis dan berbayar, biaya spesifik tidak dirinci pada data yang tersedia
Skor BrandList berdampingan
SoloLearn9.6
Dicoding7.1
Rincian penilaian per aspek
Reputasi pengguna
SoloLearn9.5
Dicoding7.0
Kemudahan penggunaan
SoloLearn8.4
Dicoding7.1
Fitur & nilai
SoloLearn9.0
Dicoding7.1
Layanan & dukungan
SoloLearn7.8
Dicoding7.1
Transaksi & performa
SoloLearn8.2
Dicoding6.8

Pertanyaan seputar SoloLearn vs Dicoding

SoloLearn atau Dicoding, bagus mana?

Secara keseluruhan, SoloLearn sedikit unggul dengan skor BrandList 9.6 berbanding 7.1. Tapi pilihan terbaik tergantung prioritasmu, misalnya bunga, biaya, atau fitur. Lihat perbandingan spesifikasi di halaman ini.

SoloLearn atau Dicoding, mana yang lebih unggul soal akses mentor?

Soal akses mentor, Dicoding lebih unggul (submission dinilai dan forum diskusi tersedia, bukan mentor langsung tatap muka) dibanding SoloLearn (belajar mandiri, dibantu komentar dan tanya jawab komunitas, bukan mentor langsung).

SoloLearn atau Dicoding, mana yang lebih unggul soal bahasa Indonesia?

Soal bahasa Indonesia, Dicoding lebih unggul (platform ekosistem developer Indonesia, pengantar Bahasa Indonesia) dibanding SoloLearn (belum ideal untuk pengguna yang membutuhkan Bahasa Indonesia menurut ulasan).